Weekly post

  • Posted by : Unknown Selasa, 02 Juni 2015

    Beberapa bulan yang lalu aku sempat bilang bahwa aku berhasil melupakan seseorang yang (pernah) istimewa di hatiku, menganggap dia hanya masa lalu yang tak lagi penting di hidupku saat ini. Tapi pada kenyataannya " Jarak memang bukan pelerai kenangan, karena sejatinya tak ada jarak antara ingatanmu dan kenanganmu. " Kata Om Edi Akiles yang aku setujui.

    Sebut saja Rifal, setelah beberapa bulan ini ingatan tentangnya tak lagi muncul di pikiranku, sosoknya justru hadir dalam bunga tidurku. Ya, semalam aku memimpikannya (lagi). Mimpi itu seperti nyata, dia mengajakku jalan - jalan ke keliling kota Purwokerto dengan mobil sedan merah kesayangannya. " Mau nonton Insidious 3? " Tanyanya ketika kita sampai di depan bioskop Rajawali. " Terserah. " Jawabku bingung, " Eh, tapi takut ah. " Lajutku. Rifal tersenyum dengan enteng dia menjawab " Kan ada aku. "

    Sial! Dalam hati aku mengumpat, menyesali kenyataan karena semua itu hanyalah mimpi. Aku tersenyum, mata itu kembali meneteskan air oleh sebab orang yang sama. Dengan kejadian ini aku sadar bahwa pada kenyataannya (mungkin) dia memang benar - benar istimewa untukku. Aku mencintainya dan ketika ada orang lain hadir dalam kehidupanku bayangan tentangnya kembali lagi dalam pikiranku. Aku tak mengerti mengapa begini, mengapa seolah - olah dia tak rela jika posisinya dihatiku tergantikan oleh orang lain. Atau yang sebenarnya terjadi adalah aku yang tak pernah menginginkan orang lain untuk menggantikan posisinya?

    Azka Rifal, aku mencintaimu sejak kau menyematkan rindu di hatiku.  Sepuluh tahun, HEBAT! Kau membuatku memendam rasa selama itu. Mungkin benar apa yang dikatakan bang Fiersa Besari " Hidup ini mudah, manusianya yang rumit. Kita memendam perasaan karena terlalu takut menerima penolakan. " Ya, aku takut kau menolak perasaanku. Sebenarnya si tak apa jika itu terjadi hanya saja aku takut bila kejujuranku membuat kita semakin jauh. Aku tak ingin hal buruk terjadi dan merusak persahabatan kita. Meski pada akhirnya persahabatan kita hancur juga. Tapi aku sedikit lega, karena penyebanya bukanlah perasaan cintaku itu. Jika tau akhirnya begini, mungkin lebih baik dulu aku mengungkapkan perasaanku padamu ya? Mungkin saja kau memiliki rasa yang sama denganku dan dengan begitu mungkin juga saat ini kita masih menjalin persahabatan atau mungkin juga saat ini kita menjadi sepasang kekasih? Hahaha. Aku bercanda.

    " Jika kita tak mengingkinkan seseorang pergi, maka berikan alasan agar dia tetap tinggal. " Rifal, aku sempat menyesal karena aku tak pernah memberi alasan agar kau tetap tinggal. Tapi penyesalan itu tiada artinya sekarang. 



     " Adakalanya kita perlu tahu, bahwa beberapa mimpi hanya perlu menjadi mimpi. " Seperti mimpiku, untuk terus bersamamu.. Tapi kini aku harus sadar kau punya kehidupan baru, akupun begitu. Masing - masing dari kita memiliki jalan hidupnya sendiri. Jujur menurutku tak baik jika kita seperti ini, meninggalkan yang lama karena  hal baru. Tapi jika ini yang kau mau, maka akupun harus begitu. Aku tak bisa memaksakan kau untuk tetap tinggal. Setiap orang punya hak untuk memilih dan jika kau memutuskan untuk hanya sekedar singgah dalam kehidupanku tentu aku harus bisa mereakanmu.

    " Move on bukan berarti kita harus melupakan masa lalu, " bagiku move on berarti aku harus sadar bahwa apa yang terjadi di masa lalu tak bisa kita perbaiki karena waktu tak bisa kita ulang. Masa lalu itu tempat aku belajar untuk memperbaiki diriku hari ini demi masa depan. Karena seperti yang aku katakan tadi, masa lalu tak bisa kita perbaiki, tetapi masa depan masih bisa kita rubah.

    0 komentar

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    Yang Berarti Untukku Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan