Weekly post

  • Posted by : Unknown Minggu, 21 Juni 2015

    Terkadang aku suka berpikir mungkin akan menyenangkan jika death note benar – benar ada di kehidupan nyata, apalagi jika akulah pemiliknya. Aku bisa membunuh siapa saja yang tak kusukai dengan cara yang sangat mudah. Cukup menuliskan nama orang itu serta menuliskan kronologis kematian yang aku inginkan, maka shinigami akan muncul dan membunuh orang tersebut persis seperti apa yang aku inginkan. Atau jika aku malas menuliskan kronologis kematiannya, aku cukup menuliskan namanya saja maka orang itu akan mati karena serangan jantung. Gampang bukan? Dengan demikian aku bisa membunuh orang – orang yang tak berguna seperti koruptor misalnya, atau para muda – mudi yang setiap hari isinya cuman galau di sosmed. Koar sana, koar sini gak ada juntrungnya. Biar aja spesies manusia yang kayak gitu mati ga ada manfaatnya buat bangsa dan negara sih. Eh, tapi kalo gitu aku juga harus mati donk? Pan aku suka ngegalau juga, kadang – kadang si ga sering. Karena program yang gak jadi – jadi bikin aku frustasi. Hahaha.

    Hm, tapi di pikir – pikir ngeri juga kalo semisal aku punya death note. Kalau di anime orang yang punya death note itu bakal mati di bunuh shinigami. Lalu arwahnya gentayangan, gak masuk surga gak masuk neraka. Arwahnya bimbang gitu, gundah, galau dan merana. Eeaakk! Lagi pula ngebunuh itu dosa, hal yang dibenci Allah. Tapi lain halnya jika yang dibunuh itu perasaan, mungkin itu gak dosa. Iyakan ya gak dosa ya? Ah, iyain aja deh.

    Andai saja death note itu bisa membunuh selain makhluk hidup yang namanya manusia, perasaan misalnya. Aku mau tuh pake death note buat ngebunuh perasaan aku sendiri. Daam death note itu akan ku tulis begini, “ Hatiku mati rasa pada Mr. X. “ Ya, Mr. X sebut saja begitu. Dia, alasan dibalik semua yang aku rasakan. Cinta dan sayang yang entah mengapa justru memberikan luka yang aku sendiri tak tau apa penyebabnya. Mungkin karena rasa ini rasa yang salah? Atau akulah yang sebenarnya bersalah memiliki rasa ini? (Nah loh muter - muter kaya kaya bianglala). Hm, embuhlah.

    Hati harusnya dititipka pada Allah sang pemilik hati. Biar Dia yang nantinya menitipkan hati kita pada orang yang tepat, yang mampu menjaga hati kita. Ya, harusnya seperti itu. Dua orang yang terpisah, jika memang jodoh Allah pasti akan mempertemukan keduanya dengan caraNya yang mengaggumkan bukan? Nah loh, mulai ngaco yang ceritanya. (Eh, tapikan aku emang suka ngaco kalo cerita).

    Balik lagi ke death note, sebenernya aku ngekhayal gini nih karena rasa kagumku pada L. Gak tau L? Itu loh salah satu tokoh anime di death note. Detektif yang jeniusnya gak ketulungan itu. Yang cueknya minta ampun, ngeselin tapi ngangenin. Jangan tanya kenapa aku bisa kangen sama tokoh anime itu, entahlah akupun ga tau pokoknya waktu L mati aku sedih gitu. Rasanya ada yang kurang dari komik death note yang aku baca. Berkhayal death note ada, berkhayal L juga ada di dunia nyata. Ya kali aja gitu abis nulis ginian aku nemuin sosok L di kehidupan nyata. Hahaha.

    0 komentar

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    Yang Berarti Untukku Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan