- Home>
- Andai Death Note Itu Ada
Terkadang aku suka berpikir mungkin akan menyenangkan jika death note
benar – benar ada di kehidupan nyata, apalagi jika akulah pemiliknya.
Aku bisa membunuh siapa saja yang tak kusukai dengan cara yang sangat
mudah. Cukup menuliskan nama orang itu serta menuliskan kronologis
kematian yang aku inginkan, maka shinigami akan muncul dan membunuh
orang tersebut persis seperti apa yang aku inginkan. Atau jika aku malas
menuliskan kronologis kematiannya, aku cukup menuliskan namanya saja
maka orang itu akan mati karena serangan jantung. Gampang bukan? Dengan
demikian aku bisa membunuh orang – orang yang tak berguna seperti
koruptor misalnya, atau para muda – mudi yang setiap hari isinya cuman
galau di sosmed. Koar sana, koar sini gak ada juntrungnya. Biar aja
spesies manusia yang kayak gitu mati ga ada manfaatnya buat bangsa dan
negara sih. Eh, tapi kalo gitu aku juga harus mati donk? Pan aku suka
ngegalau juga, kadang – kadang si ga sering. Karena program yang gak
jadi – jadi bikin aku frustasi. Hahaha.
Hm, tapi di pikir –
pikir ngeri juga kalo semisal aku punya death note. Kalau di anime orang
yang punya death note itu bakal mati di bunuh shinigami. Lalu arwahnya
gentayangan, gak masuk surga gak masuk neraka. Arwahnya bimbang gitu,
gundah, galau dan merana. Eeaakk! Lagi pula ngebunuh itu dosa, hal yang
dibenci Allah. Tapi lain halnya jika yang dibunuh itu perasaan, mungkin
itu gak dosa. Iyakan ya gak dosa ya? Ah, iyain aja deh.
Andai saja death note itu bisa membunuh selain makhluk hidup
yang namanya manusia, perasaan misalnya. Aku mau tuh pake death note
buat ngebunuh perasaan aku sendiri. Daam death note itu akan ku tulis
begini, “ Hatiku mati rasa pada Mr. X. “ Ya, Mr. X sebut saja begitu.
Dia, alasan dibalik semua yang aku rasakan. Cinta dan sayang yang entah
mengapa justru memberikan luka yang aku sendiri tak tau apa penyebabnya.
Mungkin karena rasa ini rasa yang salah? Atau akulah yang sebenarnya
bersalah memiliki rasa ini? (Nah loh muter - muter kaya kaya bianglala).
Hm, embuhlah.
Hati harusnya dititipka pada
Allah sang pemilik hati. Biar Dia yang nantinya menitipkan hati kita
pada orang yang tepat, yang mampu menjaga hati kita. Ya, harusnya
seperti itu. Dua orang yang terpisah, jika memang jodoh Allah pasti akan
mempertemukan keduanya dengan caraNya yang mengaggumkan bukan? Nah loh,
mulai ngaco yang ceritanya. (Eh, tapikan aku emang suka ngaco kalo
cerita).
Balik lagi ke death note, sebenernya
aku ngekhayal gini nih karena rasa kagumku pada L. Gak tau L? Itu loh
salah satu tokoh anime di death note. Detektif yang jeniusnya gak
ketulungan itu. Yang cueknya minta ampun, ngeselin tapi ngangenin.
Jangan tanya kenapa aku bisa kangen sama tokoh anime itu, entahlah
akupun ga tau pokoknya waktu L mati aku sedih gitu. Rasanya ada yang
kurang dari komik death note yang aku baca. Berkhayal death note ada,
berkhayal L juga ada di dunia nyata. Ya kali aja gitu abis nulis ginian
aku nemuin sosok L di kehidupan nyata. Hahaha.
0 komentar