Hati Orang Siapa yang Tahu?
Semua manusia pasti punya hati, ngomongin soal hati pasti ga jauh dari yang namanya ngomongin soal rasa. Cinta dan benci, bahagia dan duka, senang dan sedih, setiap orang pastilah pernah merasakannya. Dan hati orang, siapa yang tahu? Tentu hanyalah dia sang pemilik rasa dan Tuhan sang pemberi rasa yang tahu.
Hari ini kita berduka, bisa jadi beberapa menit kemudian kita merasakan bahagia. Seperti benci jadi cinta, atau cinta jadi benci. Kita takkan pernah tahu perasaan kita akan seperti apa nantinya. Semua bisa berubah dalam hitungan detik. Tuhan sang pemberi rasa, tak selalu memberi alasan mengapa kita bisa merasakan semua rasa itu. Seperti cinta yang sering datang tanpa alasan.
Ketika seseorang mengatakan cintanya aku selalu percaya bahwa dia memang benar - benar mencintai. Setidaknya untuk saat itu dia memang benar mencintai dan setelahnya? Ya, hati orang siapa yang tahu?
Hari ini cinta, besok kita benci? Bisa jadi seperti itukan? Itulah mengapa jika aku mencintai seseorang aku tak mau berkata bahwa aku mencintainya selamanya dan aku takkan pernah meninggalkannya. Bukan berarti aku tak cinta, atau aku ragu terhadap cintaku. Aku hanya tak mau menjanjikan sesuatu yang aku sendiri tak tahu apakah aku bisa menepatinya. Ketika aku mencintai seseorang aku hanya bisa berkata bahwa aku mencintainya dan aku berusaha mempertahankan rasa cintaku kepadanya. Ya, mempertahankannya, Mempertahankan agar rasa cinta itu tetap ada dan bersemi di dalam hatiku. Dengan begitu, bila ada orang lain yang mungkin lebih baik darinya dan memberi cinta yang lebih besar darinya aku takkan pernah berpikiran sedikitpun untuk meninggalkannya. Begitu pula jika ada hal - hal kecil yang tak kusuka darinya. Mempertahankan cinta, artinya berusaha agar cinta itu tetap pada tempatnya pada orang yang dipilih pertama kalinya bukan pada orang yang tiba - tiba hadir dan menodai cinta itu. Caranya tentu saja dengan saling berkomunikasi yang baik, saling mengerti dan juga saling memahami tentunya.
Hari ini kita berduka, bisa jadi beberapa menit kemudian kita merasakan bahagia. Seperti benci jadi cinta, atau cinta jadi benci. Kita takkan pernah tahu perasaan kita akan seperti apa nantinya. Semua bisa berubah dalam hitungan detik. Tuhan sang pemberi rasa, tak selalu memberi alasan mengapa kita bisa merasakan semua rasa itu. Seperti cinta yang sering datang tanpa alasan.
Ketika seseorang mengatakan cintanya aku selalu percaya bahwa dia memang benar - benar mencintai. Setidaknya untuk saat itu dia memang benar mencintai dan setelahnya? Ya, hati orang siapa yang tahu?
Hari ini cinta, besok kita benci? Bisa jadi seperti itukan? Itulah mengapa jika aku mencintai seseorang aku tak mau berkata bahwa aku mencintainya selamanya dan aku takkan pernah meninggalkannya. Bukan berarti aku tak cinta, atau aku ragu terhadap cintaku. Aku hanya tak mau menjanjikan sesuatu yang aku sendiri tak tahu apakah aku bisa menepatinya. Ketika aku mencintai seseorang aku hanya bisa berkata bahwa aku mencintainya dan aku berusaha mempertahankan rasa cintaku kepadanya. Ya, mempertahankannya, Mempertahankan agar rasa cinta itu tetap ada dan bersemi di dalam hatiku. Dengan begitu, bila ada orang lain yang mungkin lebih baik darinya dan memberi cinta yang lebih besar darinya aku takkan pernah berpikiran sedikitpun untuk meninggalkannya. Begitu pula jika ada hal - hal kecil yang tak kusuka darinya. Mempertahankan cinta, artinya berusaha agar cinta itu tetap pada tempatnya pada orang yang dipilih pertama kalinya bukan pada orang yang tiba - tiba hadir dan menodai cinta itu. Caranya tentu saja dengan saling berkomunikasi yang baik, saling mengerti dan juga saling memahami tentunya.
Selamat Hari Lahir, Sayang! :)
Dear, Dian Sahabatku
Ciye hari ini kamu makin tua aja, eh? haha. Selamat ya, karena pada hari ini juga kamu resmi berusia sembilan belas tahun. :D Barrakalah fii umrik. Aamiin " Semoga Allah memberikan keberkahan atas umurmu. Aamiin "
Dear, Dian
Kamu adalah salah satu sahabatku yang paling aku sayang. Aku selalu berdo'a dan berharap agar Allah SWT selalu melindungimu, memberikan kebahagiaan untukmu dan jika ada rasa gelisah yang menyelimutimu akupun selalu berharap agar Allah SWT sesegera mungkin menghapus perasaan itu.
Dear, Dian
Disini aku mau bercerita sedikit tentang kamu dan aku, kita. Ya, lebih tepatnya bernostalgia. Bolehkan? hehe :D
Hm,,
Gak kerasa ya kita itu udah bersahabat selama bertahun - tahun. Dan aku baru sadar kalau selama ini kita tak pernah saling berpelukan seperti teletubbies yang selalu berkata " Berpelukan " haha, Selama ini kita hanya saling meminjamkan bahu saja. Ya kan? (Lain kali kita berpelukan yaa, biar kesan persahabatannya makin kerasa) haha #ngaco.
Dian, ingatkah kamu sejak kapan kita bersahabat? Kalau aku si jujur, aku tak ingat sejak kapan. Yang aku tau kita dekat itu sejak kelas tiga sd. Sejak saat kita selalu bermain bersama, belajar bersama dan jalan - jalan setiap hari minggu bersama. Tentunya bersama Arif, Anjar, Trisna, Siti dan Ari pula. Oh ya, mereka apa kabarnya ya? Semenjak aku pindah rumah aku jarang mendapat kabar tentang mereka. Hahaha
Kadang bahkan sering aku melamun loh, membayangkan masa kecil kita. Masa kecil yang penuh keceriaan, karena saat itu kitakan belum tahu tetang manis pahitnya kehidupan. Haha
Dian sayang, makasih karena kamu masih bertahan disisiku selama ini. Menjadi bagian dari perjalanan dan sejarah hidupku. Aku bersyukur memiliki sahabat sepertimu. :)
Dian, ingatkah kamu waktu sd dulu aku pernah membuatmu menangis? Ya, aku yang jail dan selalu meledekmu. Aku yang sering bilang " Ciye dian ciye dian suka sama (sensor) " dan akhirnya bikin kamu nangis karena malu. Hahaha, jahat ya aku? wkwk
Oh ya, aku ingat saat itu kamu pernah ketiduran dikelas sampai - sampai mamahmu menjemputmu karena kamu susah dibangunin. :D kalo ga salah itu kelas satu sd. Aku juga ingat lho, saat mamahmu bingung nyariin kamu dan nanya keberadaanmu ke aku juga tetangga kita. Aku yang jadi ikut bingung karena aku gak tau kamu pergi kemana. Dan jeng - jeng, akhirnya kamu ditemukan. :D Dan betapa kagetnya aku saat aku tau kalau kakakmu nemuin kamu dikuburan, nangis di makam ayahmu. :'(
Dian sayang, terlampau banyak hal yang kita lalui sama - sama hingga semua itu terlalu berharga untuk aku lupakan. Salah satunya adalah saat aku menangis sesunggukan karena kepergian nenekku. Kamu yang seharian itu selalu menemaniku dan meminjamkan bahu untuk aku sandari, menenangkanku dan menasehatiku agar aku bisa mengikhlaskan kepergian nenekku. Trimakasih dian, aku tak akan pernah melupakannya.
Dian, kamu ngrasa bingung gak kenapa kita bisa sahabatan selama ini? Jujur si aku ngrasa bingung. Aku dan kamu. Kita yang jelas mempunyai banyak sekali perbedaan sifat. Kamu yang kalem dan lemah lembut, aku yang cerewet dan selengekan. Kamu yang selalu bisa menahan amarahmu dan pasrah gitu aja kalo ada yang ngejahatin, aku yang seringnya gak bisa nahan amarah dan selalu ga trima kalo ada orang yang menyakitiku juga kamu dan semua sahabatku. Kamu yang ga peduli apa kata orang tentangmu dan aku yang sensitifan. (Nah kok kayaknya sifatku jelek semua ya? haha) Eh, tunggu ada sifatku yang baik kok. Mungkin? :/ Aku yang selalu optimis (terlampau optimis sampe kalo jatuh itu rasanya sakit banget) dan kamu yang lebih sering ngrasa pesimis (kurangin tuh pesimisnya). Aku yang tentunya selalu berpikir pake logika dan terlampau lama mengambil keputusan (menimbang baik - buruknya) dan kamu yang selalu tergesa - gesa dalam mengambil keputusan (bahkan kadang plin - plan) :p Haha . Mungkin karena perbedaan sifat itulah kita saling melengkapi. Mungkin. :/
Dian, Dian! Inget gak waktu smp kita sering ke kantin, ke koprasi sama - sama. Sampe akhirnya kamu tau apa yang terjadi saat aku berjalan sendirian tanpa kamu? Pak Zainal guru bp kita bertanya padaku " Nari - nari, uks mana? " Hahaha aku sontak hanya bisa tertawa dan tersenyum garing. Ya, aku yang dipanggil nari karena waktu kelas 8 smp tak jadi ikut study tour (membatalkannya) hanya karena sebuah acara kesenian. Ya, acara dimana aku harus menari bersama kawan - kawanku. Uks lucu juga panggilan itu untukmu. Kamu yang saat smp gak di bolehin ikut study tour sama wali kelasmu dengan alasan beliau takut kamu pinsan atau jatuh sakit. (Ah, dasar kamu dulu cileren) hahaha #piss
Dian, selama kita bersahabat kamu tuh sering banget bikin aku bete dan kesel. Walau jika dibandingin sama rasa bahagiaku memiliki sahabat sepertimu itu si masi kalah jauh. :D Ya, aku berkali - kali bete sama kamu karena hal - hal kecil. Seperti kamu yang pergi keluar rumah tanpa pamit dan membuat mamah dan ibumu panik. Hay! Itupun juga membuatku panik. Kakakmu yang tiba - tiba sms dan tanya " Zizah, Dian disitu ga? Dian sama kamu ga? Ko Dian belum pulang ya? Ini mamahnya nyariin. " -_- Weleh, tepok jidat aku mah kalo gitu. Mbok ya kalau mau pergi pamit dulu gitu atau kalau pas kamu mau pergi dan ga ada orang dirumah ya kamu kabarin lewat sms. :D Ada lagi hal - hal kecil yang bikin aku bete sama kamu inget gak saat kita di jogja? KTP Mas iqbal yang aku dititipin ke aku ilang dan aku nangis, pusing gak karuan, ngrasa bersalah sama Mas Iqbal karena terakhir kali yang pegang KTPnya itu aku. Ah, dan ternyata KTPnya gak ilang. Cuman di umpetin sama edo dan semua itu idemu. Kuso kau! haha :D Juga saat kamu cuekin aku selama lebih dari dua bulan, sebelum dan sesudah hari ulang tahunku. Aku bingung sama sikapmu waktu itu yang berubah 180 deragat. Ngebetein pokoknya mah! Walau ujungnya nyenengin juga, Karena ternyata itu semua cuman sebuah permainan sebelum kamu ngasih kejutan yang menurutku istimewa. Trimakasih untuk itu. Untuk foto orang bulenya haha :D
Dian, malam semakin larut. Sebenarnya aku masih ingin bercerita banyak tapi rasanya sudah gak sanggup lagi. Aku mulai ngantuk. Hahaha
Oh ya sebelum aku mengakhiri tulisan ini, aku mau jujur dulu tentang sesuatu. :D
Edo gak ngasih tau password fbmu ke kamu ya? Kamu belum bisa buka fb? Itu ideku. :D
Aku yang bilang sama Edo suru jangan kasih password fbmu sampai dihari ulang tahunmu. Tapi si, kalo Edo bilang selama setahun itu aku ga ikut campr yaa :D
Edo bete sama kamu si, haha. Kamu ngeselin katanya, jadi sekali - sekali bolehlah kita ngejailin kamu. :D
Oke sekian aja dari aku mah.
Sampai jumpa,
Tetaplah menjadi sahabatku yang menganggumkan. yaa!!
Ciye hari ini kamu makin tua aja, eh? haha. Selamat ya, karena pada hari ini juga kamu resmi berusia sembilan belas tahun. :D Barrakalah fii umrik. Aamiin " Semoga Allah memberikan keberkahan atas umurmu. Aamiin "
Dear, Dian
Kamu adalah salah satu sahabatku yang paling aku sayang. Aku selalu berdo'a dan berharap agar Allah SWT selalu melindungimu, memberikan kebahagiaan untukmu dan jika ada rasa gelisah yang menyelimutimu akupun selalu berharap agar Allah SWT sesegera mungkin menghapus perasaan itu.
Dear, Dian
Disini aku mau bercerita sedikit tentang kamu dan aku, kita. Ya, lebih tepatnya bernostalgia. Bolehkan? hehe :D
Hm,,
Gak kerasa ya kita itu udah bersahabat selama bertahun - tahun. Dan aku baru sadar kalau selama ini kita tak pernah saling berpelukan seperti teletubbies yang selalu berkata " Berpelukan " haha, Selama ini kita hanya saling meminjamkan bahu saja. Ya kan? (Lain kali kita berpelukan yaa, biar kesan persahabatannya makin kerasa) haha #ngaco.
Dian, ingatkah kamu sejak kapan kita bersahabat? Kalau aku si jujur, aku tak ingat sejak kapan. Yang aku tau kita dekat itu sejak kelas tiga sd. Sejak saat kita selalu bermain bersama, belajar bersama dan jalan - jalan setiap hari minggu bersama. Tentunya bersama Arif, Anjar, Trisna, Siti dan Ari pula. Oh ya, mereka apa kabarnya ya? Semenjak aku pindah rumah aku jarang mendapat kabar tentang mereka. Hahaha
Kadang bahkan sering aku melamun loh, membayangkan masa kecil kita. Masa kecil yang penuh keceriaan, karena saat itu kitakan belum tahu tetang manis pahitnya kehidupan. Haha
Dian sayang, makasih karena kamu masih bertahan disisiku selama ini. Menjadi bagian dari perjalanan dan sejarah hidupku. Aku bersyukur memiliki sahabat sepertimu. :)
Dian, ingatkah kamu waktu sd dulu aku pernah membuatmu menangis? Ya, aku yang jail dan selalu meledekmu. Aku yang sering bilang " Ciye dian ciye dian suka sama (sensor) " dan akhirnya bikin kamu nangis karena malu. Hahaha, jahat ya aku? wkwk
Oh ya, aku ingat saat itu kamu pernah ketiduran dikelas sampai - sampai mamahmu menjemputmu karena kamu susah dibangunin. :D kalo ga salah itu kelas satu sd. Aku juga ingat lho, saat mamahmu bingung nyariin kamu dan nanya keberadaanmu ke aku juga tetangga kita. Aku yang jadi ikut bingung karena aku gak tau kamu pergi kemana. Dan jeng - jeng, akhirnya kamu ditemukan. :D Dan betapa kagetnya aku saat aku tau kalau kakakmu nemuin kamu dikuburan, nangis di makam ayahmu. :'(
Dian sayang, terlampau banyak hal yang kita lalui sama - sama hingga semua itu terlalu berharga untuk aku lupakan. Salah satunya adalah saat aku menangis sesunggukan karena kepergian nenekku. Kamu yang seharian itu selalu menemaniku dan meminjamkan bahu untuk aku sandari, menenangkanku dan menasehatiku agar aku bisa mengikhlaskan kepergian nenekku. Trimakasih dian, aku tak akan pernah melupakannya.
Dian, kamu ngrasa bingung gak kenapa kita bisa sahabatan selama ini? Jujur si aku ngrasa bingung. Aku dan kamu. Kita yang jelas mempunyai banyak sekali perbedaan sifat. Kamu yang kalem dan lemah lembut, aku yang cerewet dan selengekan. Kamu yang selalu bisa menahan amarahmu dan pasrah gitu aja kalo ada yang ngejahatin, aku yang seringnya gak bisa nahan amarah dan selalu ga trima kalo ada orang yang menyakitiku juga kamu dan semua sahabatku. Kamu yang ga peduli apa kata orang tentangmu dan aku yang sensitifan. (Nah kok kayaknya sifatku jelek semua ya? haha) Eh, tunggu ada sifatku yang baik kok. Mungkin? :/ Aku yang selalu optimis (terlampau optimis sampe kalo jatuh itu rasanya sakit banget) dan kamu yang lebih sering ngrasa pesimis (kurangin tuh pesimisnya). Aku yang tentunya selalu berpikir pake logika dan terlampau lama mengambil keputusan (menimbang baik - buruknya) dan kamu yang selalu tergesa - gesa dalam mengambil keputusan (bahkan kadang plin - plan) :p Haha . Mungkin karena perbedaan sifat itulah kita saling melengkapi. Mungkin. :/
Dian, Dian! Inget gak waktu smp kita sering ke kantin, ke koprasi sama - sama. Sampe akhirnya kamu tau apa yang terjadi saat aku berjalan sendirian tanpa kamu? Pak Zainal guru bp kita bertanya padaku " Nari - nari, uks mana? " Hahaha aku sontak hanya bisa tertawa dan tersenyum garing. Ya, aku yang dipanggil nari karena waktu kelas 8 smp tak jadi ikut study tour (membatalkannya) hanya karena sebuah acara kesenian. Ya, acara dimana aku harus menari bersama kawan - kawanku. Uks lucu juga panggilan itu untukmu. Kamu yang saat smp gak di bolehin ikut study tour sama wali kelasmu dengan alasan beliau takut kamu pinsan atau jatuh sakit. (Ah, dasar kamu dulu cileren) hahaha #piss
Dian, selama kita bersahabat kamu tuh sering banget bikin aku bete dan kesel. Walau jika dibandingin sama rasa bahagiaku memiliki sahabat sepertimu itu si masi kalah jauh. :D Ya, aku berkali - kali bete sama kamu karena hal - hal kecil. Seperti kamu yang pergi keluar rumah tanpa pamit dan membuat mamah dan ibumu panik. Hay! Itupun juga membuatku panik. Kakakmu yang tiba - tiba sms dan tanya " Zizah, Dian disitu ga? Dian sama kamu ga? Ko Dian belum pulang ya? Ini mamahnya nyariin. " -_- Weleh, tepok jidat aku mah kalo gitu. Mbok ya kalau mau pergi pamit dulu gitu atau kalau pas kamu mau pergi dan ga ada orang dirumah ya kamu kabarin lewat sms. :D Ada lagi hal - hal kecil yang bikin aku bete sama kamu inget gak saat kita di jogja? KTP Mas iqbal yang aku dititipin ke aku ilang dan aku nangis, pusing gak karuan, ngrasa bersalah sama Mas Iqbal karena terakhir kali yang pegang KTPnya itu aku. Ah, dan ternyata KTPnya gak ilang. Cuman di umpetin sama edo dan semua itu idemu. Kuso kau! haha :D Juga saat kamu cuekin aku selama lebih dari dua bulan, sebelum dan sesudah hari ulang tahunku. Aku bingung sama sikapmu waktu itu yang berubah 180 deragat. Ngebetein pokoknya mah! Walau ujungnya nyenengin juga, Karena ternyata itu semua cuman sebuah permainan sebelum kamu ngasih kejutan yang menurutku istimewa. Trimakasih untuk itu. Untuk foto orang bulenya haha :D
Dian, malam semakin larut. Sebenarnya aku masih ingin bercerita banyak tapi rasanya sudah gak sanggup lagi. Aku mulai ngantuk. Hahaha
Oh ya sebelum aku mengakhiri tulisan ini, aku mau jujur dulu tentang sesuatu. :D
Edo gak ngasih tau password fbmu ke kamu ya? Kamu belum bisa buka fb? Itu ideku. :D
Aku yang bilang sama Edo suru jangan kasih password fbmu sampai dihari ulang tahunmu. Tapi si, kalo Edo bilang selama setahun itu aku ga ikut campr yaa :D
Edo bete sama kamu si, haha. Kamu ngeselin katanya, jadi sekali - sekali bolehlah kita ngejailin kamu. :D
Oke sekian aja dari aku mah.
Sampai jumpa,
Tetaplah menjadi sahabatku yang menganggumkan. yaa!!
Rindu
Langganan:
Postingan (Atom)
0 komentar