Entah
" Ada saat dimana kita dibuat bingung oleh perasaan yang tak tau apa namanya. " Mungkin itulah yang aku rasakan saat ini. Aku sama sekali ga ngerti apa yang aku rasain sekarang. Bagai sayur tanpa bumbu pelangi tanpa warna, semuanya terasa hambar bagiku. Aku tertawa tapi tidak dengan hatiku, aku tersenyum tapi tidak dengan perasaanku. Jika orang lain bertanya padaku, " Apa kamu ngerasa sedih? " Jawabanku adalah tidak. Aku tak menangis dan tidak ada hal yag bisa dijadikan alasan untuk aku seperti itu. Galau? Entahlah. Aku tak mengerti apakah perasaanku ini bisa dikatakan sebagai rasa galau.
Aku benci saat - saat seperti ini, saat dimana aku dibuat bingung oleh perasaanku sendiri. Jika disuruh memilih pastilah aku memilih untuk bahagia, tapi jika waktu bahagia itu belum tepat untukku, aku lebih memilih untuk merasa sedih daripada merasa seperti ini. Jika aku sedih aku bisa meluapkan semua rasa sedihku itu dengan tangisan. Ya, aku bisa menangis sepuas hatiku hingga semua rasa seih itu hilang dan hatiku merasa lega. Namun bila seperti ini apa yang bisa aku lakukan? Perasaan ini sungguh menyiksa, aku ingin menangis tapi aku tak bisa melakukannya. Sedang tawaku sama sekali tak memberiku keceriaan.
Oh Tuhan, aku ingin perasaan ini cepat hilang. Rasa yang entah ini, aku ingin Engkau segera mengambilnya kembali.
Aku benci saat - saat seperti ini, saat dimana aku dibuat bingung oleh perasaanku sendiri. Jika disuruh memilih pastilah aku memilih untuk bahagia, tapi jika waktu bahagia itu belum tepat untukku, aku lebih memilih untuk merasa sedih daripada merasa seperti ini. Jika aku sedih aku bisa meluapkan semua rasa sedihku itu dengan tangisan. Ya, aku bisa menangis sepuas hatiku hingga semua rasa seih itu hilang dan hatiku merasa lega. Namun bila seperti ini apa yang bisa aku lakukan? Perasaan ini sungguh menyiksa, aku ingin menangis tapi aku tak bisa melakukannya. Sedang tawaku sama sekali tak memberiku keceriaan.
Oh Tuhan, aku ingin perasaan ini cepat hilang. Rasa yang entah ini, aku ingin Engkau segera mengambilnya kembali.
Langganan:
Postingan (Atom)
0 komentar