Weekly post

  • Andai Death Note Itu Ada

    Terkadang aku suka berpikir mungkin akan menyenangkan jika death note benar – benar ada di kehidupan nyata, apalagi jika akulah pemiliknya. Aku bisa membunuh siapa saja yang tak kusukai dengan cara yang sangat mudah. Cukup menuliskan nama orang itu serta menuliskan kronologis kematian yang aku inginkan, maka shinigami akan muncul dan membunuh orang tersebut persis seperti apa yang aku inginkan. Atau jika aku malas menuliskan kronologis kematiannya, aku cukup menuliskan namanya saja maka orang itu akan mati karena serangan jantung. Gampang bukan? Dengan demikian aku bisa membunuh orang – orang yang tak berguna seperti koruptor misalnya, atau para muda – mudi yang setiap hari isinya cuman galau di sosmed. Koar sana, koar sini gak ada juntrungnya. Biar aja spesies manusia yang kayak gitu mati ga ada manfaatnya buat bangsa dan negara sih. Eh, tapi kalo gitu aku juga harus mati donk? Pan aku suka ngegalau juga, kadang – kadang si ga sering. Karena program yang gak jadi – jadi bikin aku frustasi. Hahaha.

    Hm, tapi di pikir – pikir ngeri juga kalo semisal aku punya death note. Kalau di anime orang yang punya death note itu bakal mati di bunuh shinigami. Lalu arwahnya gentayangan, gak masuk surga gak masuk neraka. Arwahnya bimbang gitu, gundah, galau dan merana. Eeaakk! Lagi pula ngebunuh itu dosa, hal yang dibenci Allah. Tapi lain halnya jika yang dibunuh itu perasaan, mungkin itu gak dosa. Iyakan ya gak dosa ya? Ah, iyain aja deh.

    Andai saja death note itu bisa membunuh selain makhluk hidup yang namanya manusia, perasaan misalnya. Aku mau tuh pake death note buat ngebunuh perasaan aku sendiri. Daam death note itu akan ku tulis begini, “ Hatiku mati rasa pada Mr. X. “ Ya, Mr. X sebut saja begitu. Dia, alasan dibalik semua yang aku rasakan. Cinta dan sayang yang entah mengapa justru memberikan luka yang aku sendiri tak tau apa penyebabnya. Mungkin karena rasa ini rasa yang salah? Atau akulah yang sebenarnya bersalah memiliki rasa ini? (Nah loh muter - muter kaya kaya bianglala). Hm, embuhlah.

    Hati harusnya dititipka pada Allah sang pemilik hati. Biar Dia yang nantinya menitipkan hati kita pada orang yang tepat, yang mampu menjaga hati kita. Ya, harusnya seperti itu. Dua orang yang terpisah, jika memang jodoh Allah pasti akan mempertemukan keduanya dengan caraNya yang mengaggumkan bukan? Nah loh, mulai ngaco yang ceritanya. (Eh, tapikan aku emang suka ngaco kalo cerita).

    Balik lagi ke death note, sebenernya aku ngekhayal gini nih karena rasa kagumku pada L. Gak tau L? Itu loh salah satu tokoh anime di death note. Detektif yang jeniusnya gak ketulungan itu. Yang cueknya minta ampun, ngeselin tapi ngangenin. Jangan tanya kenapa aku bisa kangen sama tokoh anime itu, entahlah akupun ga tau pokoknya waktu L mati aku sedih gitu. Rasanya ada yang kurang dari komik death note yang aku baca. Berkhayal death note ada, berkhayal L juga ada di dunia nyata. Ya kali aja gitu abis nulis ginian aku nemuin sosok L di kehidupan nyata. Hahaha.

    0 komentar

  • Sadarlah! Dia Hanya Masa Lalu

    Beberapa bulan yang lalu aku sempat bilang bahwa aku berhasil melupakan seseorang yang (pernah) istimewa di hatiku, menganggap dia hanya masa lalu yang tak lagi penting di hidupku saat ini. Tapi pada kenyataannya " Jarak memang bukan pelerai kenangan, karena sejatinya tak ada jarak antara ingatanmu dan kenanganmu. " Kata Om Edi Akiles yang aku setujui.

    Sebut saja Rifal, setelah beberapa bulan ini ingatan tentangnya tak lagi muncul di pikiranku, sosoknya justru hadir dalam bunga tidurku. Ya, semalam aku memimpikannya (lagi). Mimpi itu seperti nyata, dia mengajakku jalan - jalan ke keliling kota Purwokerto dengan mobil sedan merah kesayangannya. " Mau nonton Insidious 3? " Tanyanya ketika kita sampai di depan bioskop Rajawali. " Terserah. " Jawabku bingung, " Eh, tapi takut ah. " Lajutku. Rifal tersenyum dengan enteng dia menjawab " Kan ada aku. "

    Sial! Dalam hati aku mengumpat, menyesali kenyataan karena semua itu hanyalah mimpi. Aku tersenyum, mata itu kembali meneteskan air oleh sebab orang yang sama. Dengan kejadian ini aku sadar bahwa pada kenyataannya (mungkin) dia memang benar - benar istimewa untukku. Aku mencintainya dan ketika ada orang lain hadir dalam kehidupanku bayangan tentangnya kembali lagi dalam pikiranku. Aku tak mengerti mengapa begini, mengapa seolah - olah dia tak rela jika posisinya dihatiku tergantikan oleh orang lain. Atau yang sebenarnya terjadi adalah aku yang tak pernah menginginkan orang lain untuk menggantikan posisinya?

    Azka Rifal, aku mencintaimu sejak kau menyematkan rindu di hatiku.  Sepuluh tahun, HEBAT! Kau membuatku memendam rasa selama itu. Mungkin benar apa yang dikatakan bang Fiersa Besari " Hidup ini mudah, manusianya yang rumit. Kita memendam perasaan karena terlalu takut menerima penolakan. " Ya, aku takut kau menolak perasaanku. Sebenarnya si tak apa jika itu terjadi hanya saja aku takut bila kejujuranku membuat kita semakin jauh. Aku tak ingin hal buruk terjadi dan merusak persahabatan kita. Meski pada akhirnya persahabatan kita hancur juga. Tapi aku sedikit lega, karena penyebanya bukanlah perasaan cintaku itu. Jika tau akhirnya begini, mungkin lebih baik dulu aku mengungkapkan perasaanku padamu ya? Mungkin saja kau memiliki rasa yang sama denganku dan dengan begitu mungkin juga saat ini kita masih menjalin persahabatan atau mungkin juga saat ini kita menjadi sepasang kekasih? Hahaha. Aku bercanda.

    " Jika kita tak mengingkinkan seseorang pergi, maka berikan alasan agar dia tetap tinggal. " Rifal, aku sempat menyesal karena aku tak pernah memberi alasan agar kau tetap tinggal. Tapi penyesalan itu tiada artinya sekarang. 



     " Adakalanya kita perlu tahu, bahwa beberapa mimpi hanya perlu menjadi mimpi. " Seperti mimpiku, untuk terus bersamamu.. Tapi kini aku harus sadar kau punya kehidupan baru, akupun begitu. Masing - masing dari kita memiliki jalan hidupnya sendiri. Jujur menurutku tak baik jika kita seperti ini, meninggalkan yang lama karena  hal baru. Tapi jika ini yang kau mau, maka akupun harus begitu. Aku tak bisa memaksakan kau untuk tetap tinggal. Setiap orang punya hak untuk memilih dan jika kau memutuskan untuk hanya sekedar singgah dalam kehidupanku tentu aku harus bisa mereakanmu.

    " Move on bukan berarti kita harus melupakan masa lalu, " bagiku move on berarti aku harus sadar bahwa apa yang terjadi di masa lalu tak bisa kita perbaiki karena waktu tak bisa kita ulang. Masa lalu itu tempat aku belajar untuk memperbaiki diriku hari ini demi masa depan. Karena seperti yang aku katakan tadi, masa lalu tak bisa kita perbaiki, tetapi masa depan masih bisa kita rubah.

    0 komentar

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    Yang Berarti Untukku Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan