Weekly post

  • Hati Orang Siapa yang Tahu?

    Semua manusia pasti punya hati, ngomongin soal hati pasti ga jauh dari yang namanya ngomongin soal rasa. Cinta dan benci, bahagia dan duka, senang dan sedih, setiap orang pastilah pernah merasakannya. Dan hati orang, siapa yang tahu? Tentu hanyalah dia sang pemilik rasa dan Tuhan sang pemberi rasa yang tahu.
    Hari ini kita berduka, bisa jadi beberapa menit kemudian kita merasakan bahagia. Seperti benci jadi cinta, atau cinta jadi benci. Kita takkan pernah tahu perasaan kita akan seperti apa nantinya. Semua bisa berubah dalam hitungan detik. Tuhan sang pemberi rasa, tak selalu memberi alasan mengapa kita bisa merasakan semua rasa itu. Seperti cinta yang sering datang tanpa alasan.

    Ketika seseorang mengatakan cintanya aku selalu percaya bahwa dia memang benar - benar mencintai. Setidaknya untuk saat itu dia memang benar mencintai dan setelahnya? Ya, hati orang siapa yang tahu?
    Hari ini cinta, besok kita benci? Bisa jadi seperti itukan? Itulah mengapa jika aku mencintai seseorang aku tak mau berkata bahwa aku mencintainya selamanya dan aku takkan pernah meninggalkannya. Bukan berarti aku tak cinta, atau aku ragu terhadap cintaku. Aku hanya tak mau menjanjikan sesuatu yang aku sendiri tak tahu apakah aku bisa menepatinya. Ketika aku mencintai seseorang aku hanya bisa berkata bahwa aku mencintainya dan aku berusaha mempertahankan rasa cintaku kepadanya. Ya, mempertahankannya, Mempertahankan agar rasa cinta itu tetap ada dan bersemi di dalam hatiku. Dengan begitu, bila ada orang lain yang mungkin lebih baik darinya dan memberi cinta yang lebih besar darinya aku takkan pernah berpikiran sedikitpun untuk meninggalkannya. Begitu pula jika ada hal - hal kecil yang tak kusuka darinya. Mempertahankan cinta, artinya berusaha agar cinta itu tetap pada tempatnya pada orang yang dipilih pertama kalinya bukan pada orang yang tiba - tiba hadir dan menodai cinta itu. Caranya tentu saja dengan saling berkomunikasi yang baik, saling mengerti dan juga saling memahami tentunya.


    0 komentar

  • Selamat Hari Lahir, Sayang! :)

    Dear, Dian Sahabatku
    Ciye hari ini  kamu makin tua aja, eh? haha. Selamat ya, karena pada hari ini juga kamu resmi berusia sembilan belas tahun. :D Barrakalah fii umrik. Aamiin " Semoga Allah memberikan keberkahan atas umurmu. Aamiin "

    Dear, Dian
    Kamu adalah salah satu sahabatku yang paling aku sayang. Aku selalu berdo'a dan berharap agar Allah SWT selalu melindungimu, memberikan kebahagiaan untukmu dan jika ada rasa gelisah yang menyelimutimu akupun selalu berharap agar Allah SWT sesegera mungkin menghapus perasaan itu.

    Dear, Dian
    Disini aku mau bercerita sedikit tentang kamu dan aku, kita. Ya, lebih tepatnya bernostalgia. Bolehkan? hehe :D

    Hm,,
    Gak kerasa ya kita itu udah bersahabat selama bertahun - tahun. Dan aku baru sadar kalau  selama ini  kita tak pernah saling berpelukan seperti teletubbies yang selalu berkata " Berpelukan " haha, Selama ini kita hanya saling meminjamkan bahu saja. Ya kan? (Lain kali kita berpelukan yaa, biar kesan persahabatannya makin kerasa) haha #ngaco.
    Dian, ingatkah kamu sejak kapan kita bersahabat? Kalau aku si jujur, aku tak ingat sejak kapan.  Yang aku tau kita dekat itu sejak kelas tiga sd. Sejak saat kita selalu bermain bersama, belajar bersama dan jalan - jalan setiap hari minggu bersama. Tentunya bersama Arif, Anjar, Trisna, Siti dan Ari pula. Oh ya, mereka apa kabarnya ya? Semenjak aku pindah rumah aku jarang mendapat kabar tentang mereka. Hahaha
    Kadang bahkan sering aku melamun loh, membayangkan masa kecil kita. Masa kecil yang penuh keceriaan, karena saat itu kitakan belum tahu tetang manis pahitnya kehidupan. Haha
    Dian sayang, makasih karena kamu masih bertahan disisiku selama ini. Menjadi bagian dari perjalanan dan sejarah hidupku. Aku bersyukur memiliki sahabat sepertimu. :)

    Dian, ingatkah kamu waktu sd dulu aku pernah membuatmu menangis? Ya, aku yang jail dan selalu meledekmu. Aku yang sering bilang " Ciye dian ciye dian suka sama (sensor) " dan akhirnya bikin kamu nangis karena malu. Hahaha, jahat ya aku? wkwk
    Oh ya, aku ingat saat itu kamu pernah ketiduran dikelas sampai - sampai mamahmu menjemputmu karena kamu susah dibangunin. :D kalo ga salah itu kelas satu sd. Aku juga ingat lho, saat mamahmu bingung nyariin kamu dan nanya keberadaanmu ke aku juga tetangga kita. Aku yang jadi ikut bingung karena aku gak tau kamu pergi kemana. Dan jeng - jeng, akhirnya kamu ditemukan. :D Dan betapa kagetnya aku saat aku tau kalau kakakmu nemuin kamu dikuburan, nangis di makam ayahmu. :'(

    Dian sayang, terlampau banyak hal yang kita lalui sama - sama hingga semua itu terlalu berharga untuk aku lupakan. Salah satunya adalah saat aku menangis sesunggukan karena kepergian nenekku. Kamu yang seharian itu selalu menemaniku dan meminjamkan bahu untuk aku sandari, menenangkanku dan menasehatiku agar aku bisa mengikhlaskan kepergian nenekku. Trimakasih dian, aku tak akan pernah melupakannya.

    Dian, kamu ngrasa bingung gak kenapa kita bisa sahabatan selama ini? Jujur si aku ngrasa bingung. Aku dan kamu. Kita yang jelas mempunyai banyak sekali perbedaan sifat. Kamu yang kalem dan lemah lembut, aku yang cerewet dan selengekan. Kamu yang selalu bisa menahan amarahmu dan pasrah gitu aja kalo ada yang ngejahatin, aku yang seringnya gak bisa nahan amarah dan selalu ga trima kalo ada orang yang menyakitiku juga kamu dan semua sahabatku. Kamu yang ga peduli apa kata orang tentangmu dan aku yang sensitifan. (Nah kok kayaknya sifatku jelek semua ya? haha) Eh, tunggu ada sifatku yang baik kok. Mungkin? :/ Aku yang selalu optimis (terlampau optimis sampe kalo jatuh itu rasanya sakit banget) dan kamu yang lebih sering ngrasa pesimis (kurangin tuh pesimisnya). Aku yang tentunya selalu berpikir pake logika dan terlampau lama mengambil keputusan (menimbang baik - buruknya) dan kamu yang selalu tergesa - gesa dalam mengambil keputusan (bahkan kadang plin - plan) :p Haha . Mungkin karena perbedaan sifat itulah kita saling melengkapi. Mungkin. :/

    Dian, Dian! Inget gak waktu smp kita sering ke kantin, ke koprasi sama - sama. Sampe akhirnya kamu tau apa yang terjadi saat aku berjalan sendirian tanpa kamu? Pak Zainal guru bp kita bertanya padaku " Nari - nari, uks mana? " Hahaha aku sontak hanya bisa tertawa dan tersenyum garing. Ya, aku yang dipanggil nari karena waktu kelas 8 smp tak jadi ikut study tour (membatalkannya) hanya karena sebuah acara kesenian. Ya, acara dimana aku harus menari bersama kawan - kawanku. Uks lucu juga panggilan itu untukmu. Kamu yang saat smp gak di bolehin ikut study tour sama wali kelasmu dengan alasan beliau takut kamu pinsan atau jatuh sakit. (Ah, dasar kamu dulu cileren) hahaha #piss

    Dian, selama kita bersahabat kamu tuh sering banget bikin aku bete dan kesel. Walau jika dibandingin sama rasa bahagiaku memiliki sahabat sepertimu itu si masi kalah jauh. :D Ya, aku berkali - kali bete sama kamu karena hal - hal kecil. Seperti kamu yang pergi keluar rumah tanpa pamit dan membuat mamah dan ibumu panik. Hay! Itupun juga membuatku panik. Kakakmu yang tiba - tiba sms dan tanya " Zizah, Dian disitu ga? Dian sama kamu ga? Ko Dian belum pulang ya? Ini mamahnya nyariin. " -_- Weleh, tepok jidat aku mah kalo gitu. Mbok ya kalau mau pergi pamit dulu gitu atau kalau pas kamu mau pergi dan ga ada orang dirumah ya kamu kabarin lewat sms. :D Ada lagi hal - hal kecil yang bikin aku bete sama kamu inget gak saat kita di jogja? KTP Mas iqbal yang aku dititipin ke aku ilang dan aku nangis, pusing gak karuan, ngrasa bersalah sama Mas Iqbal karena terakhir kali yang pegang KTPnya itu aku. Ah, dan ternyata KTPnya gak ilang. Cuman di umpetin sama edo dan semua itu idemu. Kuso kau! haha :D Juga saat kamu cuekin aku selama lebih dari dua bulan, sebelum dan sesudah hari ulang tahunku. Aku bingung sama sikapmu waktu itu yang berubah 180 deragat. Ngebetein pokoknya mah! Walau ujungnya nyenengin juga, Karena ternyata itu semua cuman sebuah permainan sebelum kamu ngasih kejutan yang menurutku istimewa. Trimakasih untuk itu. Untuk foto orang bulenya haha :D

    Dian, malam semakin larut. Sebenarnya aku masih ingin bercerita banyak tapi rasanya sudah gak sanggup lagi. Aku mulai ngantuk. Hahaha
    Oh ya sebelum aku mengakhiri tulisan ini, aku mau jujur dulu tentang sesuatu. :D
    Edo gak ngasih tau password fbmu ke kamu ya? Kamu belum bisa buka fb? Itu ideku. :D
    Aku yang bilang sama Edo suru jangan kasih password fbmu sampai dihari ulang tahunmu. Tapi si, kalo Edo bilang selama setahun itu aku ga ikut campr yaa :D
    Edo bete sama kamu si, haha. Kamu ngeselin katanya, jadi sekali - sekali bolehlah kita ngejailin kamu. :D
    Oke sekian aja dari aku mah.

    Sampai jumpa,
    Tetaplah menjadi sahabatku yang menganggumkan. yaa!!


    0 komentar

  • 0 komentar

  • Kuucapkan " Trimakasih " untuk Kalian yang Telah Membenciku,

    Mencintai atau dicintai? Membenci atau dibenci? Semua itu pilihan kita yang menentukan. Untuk mencintai kita perlu hati yang lapang untuk meneriba kenyataan, kenyataan bahwa cinta kita terbalas atau bertepuk sebelah tangan. Dan kita perlu mencintai terlebih dahulu agar kita bisa dicintai. Ya, mencintai terlebih dahulu maksudnya adalah kita perlu mencintai diri kita sendiri dengan baik, agar nantinya jika ada seseorang yang mencintai kita, kita bisa memperlakukannya dengan baik pula. Apalah artinya kita mencintai seseorang jika kita tak bisa mencintai diri kita sendiri. :D Membencipun adalah sebuah pilihan, orang yang membenci orang lain berarti dia memiliki rasa sakit hati atau kecewa yang teramat dalam. Rasa gundah, gelisah yang disebabkan oleh orang lain membuat dirinya membenci orang tersebut. Bukan hanya membencinya saja, tetapi semua hal yang berkaitan dengan dia yang dibenci. Dibencipun adalah sebuah pilihan, bagaimana bisa dikatakan sebagai sebuah pilihan? Karena sebenarnya orang yang dibenci mempunyai kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Menjalin hubungan baik dengan orang yang membencinya. Tapi, terkadang banyak orang lebih memilih untuk dibenci dari pada harus memperbaiki hubungan dengan orang yang membencinya itu. Kebanyakan orang lebih memilih untuk bersikap " Masa Bodo " terhadap pada orang yang membencinya. " Hidup - hidupku, terserah aku mau bagaimana. " Yaa, begitulah sekiranya. Aku sendiri? Untuk saat ini aku lebih memilih untuk mencintai dan dibenci tentunya. Aku lebih memilih untuk mencintai diriku sendiri, belajar mencintai diriku sendiri dengan sempurna tentunya. Juga mencintai orang - orang yang berarti untukku. Seperti keluarga, saudara dan tak ketinggalan sahabatku. Mereka orang - orang yang memutuskan untuk tetap tinggal, menerima bukan hanya kelebihanku saja tetapi juga kekuranganku. Mereka yang banyak mengajariku tentang arti hidup dan kehidupan, mengajarkanku akan pentingnya sebuah keikhlasan dan kesabaran. Mereka juga, orang yang aku yakin menyayangiku seperti aku menyayangi mereka. Aku pernah membenci orang lain, bukan hanya sekali mungkin berkali - kali. Aku membenci orang - orang yang bersikap tak sama. Orang yang omongannya tak sesuai dengan tindakannya. Orang yang mungkin sempat melukiskan kenangan indah dalam perjalanan hidupku, lalu mencoretnya dengan satu, dua kebohongan yang ternyata menjadi beribu - ribu kebohongan. Dan apa kalian tau? Membenci itu sangatlah tidak enak, hati selalu gelisah, inginnya membalas semua rasa sakit hati dan rasa kecewanya. Dan karena membenci itulah bisa merubah sikap kita, menjadikan kita lebih buruk. Karena itulah, aku tak mau lagi membenci. Karena membenci hanya membuat rasa sakit itu semakin menjadi, karena luka yang belum sepenuhnya sembuh akan semakin menjalar jika kita memutuskan untuk membenci. Nasi sudah menjadi bubur, mungkin itu pribahasa yang tepat untukku. Dan kini, jika orang yang kubenci balik membenciku disaat aku sedang belajar untuk melupakan rasa sakitnya, melupakan kenangan indah dan pahitnya serta melupakan semua tentangnya aku menerimanya. Aku tak akan memutuskan untuk kembali membencinya. Aku akan tetap seperti ini, bersikap seolah - olah memang tak ada hal yang terjadi di antara kita. Membuka lembar baru, bersenang - senang dan tentunya bersyukur. Aku bersyukur jika ada orang yang membenciku.. Aku bersyukur karena dengan adanya orang yang membenciku maka aku bisa belajar untuk ikhlas dan menerima kebencian itu. Dan jika aku dibenci orang lain, aku juga merasa bahagia. Karena apa? Karena kebencian dari seseorang itu merupakan semangat untukku. Semangat agar bisa membuktikan pada orang - orang yang membenciku, pada orang - orang yang menyakitiku bahwa suatu hari nanti aku bisa jadi bisa lebih baik. Aku membuktikan bahwa aku tak seburuk apa yang orang lain pikirkan. Membuktikan bahwa aku baik - baik saja, aku bisa dan harus bahagia aku bisa lebih baik dan bisa sukses walau dibalik itu semua da orang yang membenciku. Untuk kita semua, aku sarankan untuk mengucapkan banyak terimakasih pada orang - orang yang telah membenci kita, yang memandang kita sebelah mata karena berkat orang tersebut kita jadi memiliki berjuta - juta semangat. Semangat untuk membuktikan bahwa kita, orang yang mereka benci tak menjadi lemah karena kebencian yang diberikannya itu, justru kita menjadi lebih kuat dan lebih bersabar. :D

    0 komentar

  • Cinta Diam - Diam

    Cinta datang tanpa kita tau hadirnya, seperti yang saat ini sedang aku rasakan karena Rian. Rian sahabatku, entah sejak kapan aku mencintainya yang pasti aku selalu cemburu saat dia dekat dengan perempuan lain. Aku ingin, hanya aku satu - satunya perempuan istimewa dihatinya. Tentu setelah bidadri surganya, ibu yang telah merawatnya sejak kecil. Aku tak tau apa yang membuatku begitu mencintai Rian, yang pasti aku selalu merasa bahagia jika dia ada di dekatku. Sebenearnya aku sudah tidak kuat menahan perasaan ini, aku lelah mencintainya diam - diam. Aku ingin Rian tau bahwa aku mencintainya, menyayanginya lebih dari sekedar sahabat. Tapi? Aku takut kejujuranku itu malah akan membuatnya jauh dariku.Aku belum siap jika itu benar terjadi. Mungkin memang lebih baik saat ini aku simpan rasa cintaku, samapi nanti tiba waktunya aku ungkap semuanya.
    " Hi Key, kamu lagi nulis apa? " Tanya Rian mengagetkanku.
    " Eh? Bukan apa - apa kok Ian. " Jawabku panik.
    " Surat cinta buat pangeran khayalanmu itu yah? "
    " Ngaco. "
    " Hahaha, kirain. "
    " Sejak kapan kamu disini? Kok aku ga tau. "
    " Hm, kamu terlalu asik sama bukumu yang gak jelas itu si. Udah dari tadi, ya sekitar setengah jamanlah. " Ucapnya sambil mengambil kue coklat yang ada dimeja. " Aku penasaran, sebenernya kamu tuh nulis apa si? "
    " Apa aja boleh, kepo amat si kamu. " Ejekku. " Eh, mau minum apa kamu? Nanti aku ambilin, ice teh, ice jeruk? kopi? susu? sok mau apa. mumpung aku lagi baik nih mau nyebuatin minuman buat kamu. "
    " Kopi deh, jangan pait - pait ya. "
    " Oke sip. Tenang aja, kalo pait kan ada aku. Liat aja aku, pasti kopinya langsung manis . " Ujarku tersenyum.
    " Hadeh, liat kamu mah tambah pait. "
    " Jahatnya. Oke aku tinggal benar ya, kue coklatnya jangan di abisin loh. " Pesanku pada Rian.
    ***
    Keagungan senja tersaji di hadapanku
    Menciptakan lamunan tentangmu
    Kata andai mulai terjabar dalam benak ini
    Andai kau tau perasaanku
    Andai kau tau betapa aku mencintaimu
    Andai semua yang aku impikan menjadi nyata
    Aku dan kamu,
    Kita
    Kita yang aku harap bisa saling mencinta,
    saling menyayangi, dan melengkapi.
    Namun, andai hanyalah andai.
    Sebuah kata tanpa makna,
    Sebuah kata yang hanya membuatku terluka
    Karena kata andai hanya bisa memuatku berharap
    berharap andai saja Rian mencintaiku,
    seperti aku yang mencintainya.

    Jadi selama ini Keyra mencintaiku? Ya, Tuhan mengapa aku tak pernah menyadarinya?

    “ Ini kopinya Ian. “ Seruku
    Rian hanya diam, sepertinya dia tak mendengar perkataanku.
    “ Ini kopinya Ian “ Ulangku “ Semuanya jadi sepuluh ribu ya. Hehehe “
    “ Eh, makasih ya Key. “
    “ Oke, sama – sama. Janagn lupa, bayar sepuluh ribu. “ Candaku.
    “ Hm.  Key, aku mau nanya sesuatu boleh? “
    “ Ya, tanya aja. “ Jawabku santai.
    “ Apa pangeran khayalanmu itu aku? “

    Mengapa tiba – tiba Rian bertanya seperti itu padaku? Buku biru itu? Mengapa ada di tangannya? Apa dia telah membacanya? Ya Tuhan, aku harus menjawab apa? Apakah ini saatnya aku mengungkapkan rasa cintaku padanya?

    0 komentar

  • Lagi dan Lagi, Aku Merasa Dunia Ini Sempit

    Sekitar satu tahun yang lalu aku mengikuti seminar kepenulisan di Taman Budaya Yogyakarta. Disana aku melihat seseorang yang entah mengapa begitu menyita perhatianku. Mungkin karena dia memakai baju bermotif kotak - kotak, baju yang identik dengan Pak Jokowi, salah satu orang yang aku kagumi. Semenit, dua menit dan kurasa cukup lama aku memandangnya. Sesekali saat dia menoleh kebelakang ke belakang kuperhatikan mata dan senyumnya. Ramah, itulah kesan pertama yang dia torehkan di benakku. Aneh memang jika aku berasumsi bahwa dia orang yang ramah karena saat itu kita tak saling sapa. Ya, bagaimana kita akan saling sapa? Aku melihatnya tapi aku rasa dia tak melihatku yang duduk jauh di belakangnya. Seminar kepenulisan itu sungguh menyenangkan. Aku mendapatkan banyak ilmu, motivasi dan juga teman baru. Aku berharap suatu hari nanti aku bisa bertemu lagi dengan mereka, termasuk dia, orang yang memberikan kesan ramah padaku. Belum lama ini aku berkenalan dengan seseorang di facebook. Dia memiliki hobi yang sama sepertiku. Membaca, menulis dan tentunya berkhayal. Bisa bayangkan jika dua orang atau lebih memiliki hobi yang sama pasti akan nyambungkan kalau cerita? Nah begitulah yang aku rasakan saat chating dengannya. Obrolan kita gak bakal jauh - jauh dari buku dan tulisan. Serta harapan dan impian kita yang ternyata juga sama. Kita sama - sama pengen jadi penulis. Dan bukan hanya sekedar penulis biasa tetapi penulis yang bisa menginspirasi banyak orang. Hampir sebulan aku mengenalnya dan hampir sebulan juga kita sama - sama berjuang untuk meraih harapan dan impian kita. Kwnapa aku bilang sama - sama? Karena saat rasa malas untuk nulis itu datang (lebih sering datang padaku) kita saling memberikan semangat. Dan kalian tau? Selama itu pula aku baru tau kalau dia juga ikut acara seminar kepenulisan di Taman Budaya Yogyakarta itu. Jadi artinya? Tanpa kita sadari, kita pernah bertemu atau setidaknya saling melihat. Dan betapa bodohnya aku karena aku baru menyadari kalau dia mirip dengan orang yang menyita perhatianku, orang mengenakan baju kotak - kotak saat setelah dia bilang kalau dia pernah ikut acara seminar kepenulisan itu. Spontan aku bertanya padanya " Mas, yang waktu acara kepenulisan itu pake baju kotak - kotak bukan? " "Iya, aku pakai baju kotak - kotak de. " Balasnya disertai foto dirinya saat mengenakan baju kebangsaan Pak Jokowi di acara seminar itu. Aku tersenyum lalu tertawa. " Dunia sempit atau memang tidak luas? " Ya, dia. Orang yang pernah aku lihat di acara seminar itu.

    0 komentar

  • Jenius atau Tolol?

    Hai sobat, lo pasti pada kangenkan sama gue? Galau ya lama ga baca tulisan gue? Sekarang kalian ga perlu galau lagi, karena dengan datangnya tulisan ini di fb kalian akan membantu meringankan kerinduan kalian sama gue. :D Sebelumnya gue mau crita sedikit tentang diri gue. Hm, lo pasti udah kenal gue kan? Nama gue Analis Hasby Azizah. Gue adalah seseorang yang paling kalem, paling lembut dan paling pendiem ( sebelum kenal sama sobat - sobat gue yang gila ) di sekolahan. Oke langsung aja, disini gue mau bahas tentang pemikiran jenius (baca tolol ) sobat – sobat gue. Oh ya, gue lupa, sebelumya gue mau kenalin dulu sahabat – sahabat gue. Mereka adalah orang – orang yang ga pernah ada hentinya mengocok perut gue. Kiki ; Denada ; Astri ; Dewi ; Edo ; Ogy ; Inu ; Pikki ; dan Dimas. Seperti yang kita tau, Indonesia sekarang lagi banyak kena musibah. Korupsi yang ga ada henti – hentinya, bencana alam yang juga bikin negeri kita tercinta itu makin lumpuh aja. Baru – baru ini banjir melanda ibu kota Indonesia, Jakarta. Seperti tahun – tahun sebelumnya, banjir itu masih saja menjadi momok menakutkan utama bagi warga Jakarta. Di saat angin puting beliung melanda di daerah gue, tiba – tiba otak gue kesetrum dan akhirnya munculah berbagai pertanyaan yang bikin gue panas dingin. Tiba – tiba gue kepikiran tentang gimana yah caranya biar banjir itu ga lagi melanda nrgeri kita tercinta? Gimana caranya kita bisa menghindari banjir? Gue sempet mikir, mungkin ada baiknya kalo kita tuh punya pintu kemana saja atau mesin waktu? Jadi di saat banjir melanda kita bisa ngumpeke masa 1000 tahun yang lalu. (--“)(“--) “ Loe kenapa pas? “ (sial gara-gara inu gue di panggil kapas). Tanya Upil ( Edo ) yang tiba – tiba dateng dan memecahkan lamunan gue ( Kaya Jailangkung, datang tak di jemput, pulang tak di antar ). “ Ga papa, gue cuman mikir gimana caranya biar masalah – masalah di negeri kita tercinta ini bisa di terselesaikan. “ Jawab gue dengan senyum selebar yang gue bisa. “ Kaya loe sering mikir aja. “ “ Ya sekali - sekali biar gue keliatan cerdas. “ Ujar gue nyengir. “ Okeh, gue mikir juga. “ Kata upil dengan tampang kaya bang dika di cover marmut merah jambu. “ Hm,, nih bray. Pure it kan bisa ngejernihin air keruh tuh. Nah, kenapa Indonesia gak kerjasama sama perusahaan pure it dan bikin yang gede trus di taruh di kali ciliwung? Kan jadi bersih tuh aernya. “ “ Hello,, trus abis itu aernya lo minum gitu? Lo buat berenang, trus nyuci baju di sana juga? Gue si tetep ogah. “ “ Ya kaga gitu juga kali pas,, seenggaknya kan aernya jernih gitu. “ “ Nek kaya kue tah ngetekna duwit akeh. “ Kata Ale ( Dimas ) menimpali. “ Koe ora mandang temen, Indonesia kueh duwe utang akeh. “ “ Trus jadi, gimana solusinya? “ Gue makin bingung. “Indonesia mbok teyeng nyetak duit, gari gawe duit se akeh akehe, trus duite di kursna ming dolar trus utange di lunasi, beres. ko ngerti bencana neng indonesia? “ “ Iyalah gue tau le, kenapa – kenapa? Loe punya solusi buat nyeleseinnya? “ Tanya gue penuh semangat. “Gari pemerintah nyetak duit se akeh akehe, trus kabeh wong sing kena bencana di weini duit 100juta bae lah se keluarga, telih gampang. “ “ Matamu. Segampang itukah nyetak duwit? Duwit monopoli si akeh pak pak. “ “ Ya kenalah karo duwit monopoli sing gampang di cetak. “ “ Masalaeh ora payu pak. “ “ Hm..., eh. Menurute aku yah pemerintah kue berlebihan, ko ngerti ra, pemerintah ndanani duit 2m apa pira wingi, mung nggo nyebar uyah neng awan, kon dadi jakarta udane menurun, kue bodo apa ra? ya sih bener kue usaha, tapi wong jenenge be udan, kan sing nduwur sing ngerteni mbok, walopun arep di sebar uyah se akeh akehe, nek masyarakate mbuang sampah esih neng kali, ya tetep bae banjir mbok? “ “ Haha iya bener pak. Wah koe hebat.. “ “ Terus jere, ibukota ne arep pindah, ora usah susah susah bingung pindahe, gari mindahna papan selamat datang ibu kota ne bae sing di pindah purwokerto . ngko dadi purwokerto ibu kota indonesia. “ Kata ale di iringi dengan tawanya yang khas. ( Khas mau mulutnya, dia pasti belum sikat gigi ). >,< Hzzz (“--)(--“) begitulah kira – kira pemikiran sobat gue yang gila, jenius bukan? Jenius atau tololkah? Karena sebenernya jenius sama tolol itu beda – beda tips. Yang pasti orang jenius sama orang tolol itu sama, sama – sama gila karena memikirkan apa yang terkadang gak harus di pikirkan. Hm, itulah sedikit cerita antara gue dan sobat gue yang gak pernah waras. Untungnya gue cuman bahas ini sama upil sama ale, kalo bahas ini sama semuanya? Mampus! Bisa – bisa gue beneran gak bisa lagi jadi orang waras. Cukup sekian perjumpaan kita kali ini, Nalis Raditya Nasution ( jangan protes ) undur diri. Selamat pagi, sing, sore, malam. Terimakasih dan sampai jumpa.

    0 komentar

  • Edisi 1 _-_ Aku dan Mereka (Sahabatku di Dunia Nyata)


    Selamat datang di blog aku, hm aku bingung mau ngomong apa. Oke langsung ke intinya aja yaaa. :) Aku buat blog ini karena pengen ngebungkus kenangan yang menurutku begitu berharga, tentang aku dan sahabat-sahabatku. Tentang orang yang berarti dihidupku selain keluarga.

    Kenalin namaku Analis Hasby Azizah, sama seperti kalian aku orang biasa yang punya cita - cita luar biasa. :) Aku hobby banget nulis entah itu cerpen, fiksi mini atau hanya sekedar coretan tanpa arti.
    Aku berharap suatu saat nanti aku bisa jadi seorang penulis hebat, aamiin. (berdo'a buat diri sendiri) Selain itu aku pengen juga jadi psikolog atau jurnalis. tapi sepertinya mimpiku itu belum bisa terwujud dalam waktu dekat ini. -_- Bayangkan, aku kuliah di jurusan Sistem Informasi gimana bisa jadi psikolog atau jurnalis? Setiap harinya aku ngadepin coding-coding yang menurutku gak jelas banget. Lalu kenapa aku milih jurusan itu? Entahlah, mungkin emang jalan takdirku begitu. Mungkin  nantinya aku itu bakal jadi programer hebat. (ngimpi) Aamiin. Hm, yang pasti apapun profesiku nanti semoga bisa membanggakan kedua orang tuaku, keluargaku dan sahabat- sahabatku. Aamiin :) Nah loh? Ternyata aku udah ngomong panjang lebar yaa? (--")("--) Niat awal aku buat blog ini itu aku pengen ngasi tau ke dunia kalo aku punya sahabat - sahabat yang luar biasa. Sahabat - sahabat yang ngelukis cerita dan buat sejarah dalam hidupku. Bukankah semua orang itu punya sejarahnya masing - masing? :)

    Dian Kurniati, aku kenal dia dari TK dan kita mulai bersahabat sejak SD, sejak aku dan dia, kita, sering jalan - jalan bareng. Dulu setiap hari minggu kita (aku, dian, arif, anjar, siti, trisna) selalu jalan - jalan bareng ke sebuah universitas swasta di dekat tempat tinggal kami. Disana kita sepedaan trus lari - lari, ngeganggu embak - embak sama emas - emas yang lagi pacaran, kita selalu ngintip dari balik pohon deket orang yang lagi pacaran habis itu kita teriakin " ciye ciye ". Ah masa - masa itu, aku teramat merindukannya. Apakah kamu juga yan? :) Dan semuanya berakhir begitu saja sejak aku pergi meninggalkan desa tempat kelahiranku. Sejak saat itu juga aku mulai ngrasain yang namanya kepedihan. :') Aku masih inget kata-kata Dian waktu itu (beberapa tahun yang lalu) " Kamu sih pindah rumah, kalo aja kamu ga pindah rumah. ".Hm, ya awalnya aku juga berpikir hal yang sama kaya Dian, andai aku gak pindah rumah mungkin aku masih bisa bersama sahabat - sahabat kecilku. Tapi setelah aku beranjak dewasa aku mulai mengerti, aku mulai paham dengan hidup dan kehidupan. Manis, pahitnya hidup telah Allah SWT tentukan. Aku bersyukur sampai saat ini aku masih bisa sama - sama dian. kita masih bersahabat dan masih berhubungan baik juga, walau pernah kita ngambek - ngambekan tapi tak apa, itu hanya bubu dari sebuah persahabatan.

     Bukan cuman rumah aja yang pindah, tapi sekolah juga. Aku beruntung di SD baruku aku ngedapetin sahabat yang baik banget. Namanya Romantika Noviasari, selain baik dia juga pinter. Dia selalu masuk 10 besar dan kalo ada mata pelajaran yang aku enggak paham dia dengan sabarnya ngajarin aku. :D Aku sama Sari bisa deket mungkin karena kita punya hobby yang sama. Ngekhayal dan baca buku. Kalo dia si suka baca buku apa aja, kalo aku mah cuman novel, kumcer sama komik doank. -_- eh satu lagi, pelajaran itupun kalo ada tugas atau pr baru aku belajar. hahaha :D Lusus SD aku sama sari ndaftar di smp yang sama, selain itu aku juga ngomporin Dian buat ndaftar di smp yang sama kaya aku, dan akhirnyaaaa.. Jreng!!! Kita diterima di smp yang sama. :) Sekarang aku sama sari jarang ketemu, dia sibuk kerja sedang aku? Sibuk-sibukin diri kuliah (yang sebenernya nyantai banget) dan sibuk online dirumah. -_- tapi kita selalu smsan kok, dan diwaktu luang kita nyempetin diri buat ketemu. sekedar ngobrol, dan main ke perpustakaan daerah.

    SMP itu masa - masa yang bisa dibilang gak begitu indah tapi gak begitu buruk juga buat aku. Biasa aja. Yaa, biasa aja. Tapi diantara semua yang biasa aku nemuin yang luar biasa. :) Seseorang yang akhirnya jadi sahabatku. Ulil Khilmi Nurin Nida, (namanya panjang banget ya?) Aku mulai deket sama ulil itu waktu kelas 8, saling curhat, ke kantin bareng, belajar bareng, main bareng itu yang akhirnya ngebuat kita jadi saling mengerti dan jeng jeng.... Jadilah kita bersahabat. :) Aku sempet bete karena lulus smp aku gak lagi satu sekolah sama mereka. Sari lanjut ke SMK, Dian sama Ulil ke SMA yang sama, dan aku? aku gak daftar di SMA yg Dian sm Ulil daftar ya gak mungkin aku diterimakan? hehe :D Aku sempet galau karena gak diterima di SMA yang aku pengen, tapi it's oke to be galau. Gak papa, mungkin jalanku memang bukan di SMA itu. Lagi pula semua sekolah sama aja kan? Ada Kepala Sekolahnya, ada gurunya, ada muridnya. Sama kan? (Ya iyalah sama -_-) Lagian diamanapun sekolahnya itu gak maslah, yang pentingkan kita dapet ilmunya :D

     Aldhiv. Mukannya gak ada. :3 ( Dia misterius kayak penjahat wkwk #Bercanda) Aku gak punya fotonya yang mukanya nampak, kalo toh ada itu lagi bareng teme - temennya. :D Aldhiv temen sekelasku sama Ulil waktu kelas 8 smp. Dia anaknya kadang suka aneh (kocak, ngelucu tapi ekspresinya gak lucu) Aku deket sama dia dan mulai suka cerita - cerita sama dia itu karena absen kita atas bawah, dia absen 3 dan aku absen 4. Jadi tiap uts dan uas aku selalu duduk di belakang dia, alhasil seringlah kita cerita - cerita. Oh ya satu lagi, ulang tahun kita juga deketan. Dia tanggal 28 agustus dan aku tanggal 29 Agustus. :D Aku pernah bilang ke dia begini " Tukeran tanggal lahir yh, aku suka angka 2 sama 8 " dan apa katanya? " Kudune koe njaluk ming biyunge di cepetna pirang jam kan dadine tanggal 28 " haha :D gila tu anak. (Atau gilaan aku? wk) Aldhiv sekarang di Cikarang, lulus smk dia langsung dapet kerjaan yang alhamdulillah kepenak kan? (gajinya gede itu) -_- dan sampai saat ini kita masih berhubungan, sekedar nanya apa kabar. dan cerita tentang keluh kesah kita masing - masing. Dia termasuk pendengar yang baik menurutku, tapi bukan penasehat yang baik. -_- karena nasehat yang dia kasih itu kebanyakan konyol semua -_-

     Fathiyah Ulin Nuha Al-hasany, sebelum masuk SMA aku udah sering liat ini anak satu. :D Dulu waktu aku masih SMP setiap kali aku berangkat atau pulang sekolah pasti ketemu dia dijalan. Dia selalu senyum ke aku, dan pastinya aku membalas dengan senyuman juga. Pas masuk SMA aku kaget, gak nyangka kalo satu SMA sama dia. Akhirrnya kita kenalan, pulang sekolah bareng, smsan,crita-crita,main dan banyak deh hal yang kita lakuin. Setelah lulus SMA kita juga sempet kerja bareng disalah satu bimbingan belajar. Hal yang paling gak bisa aku lupain dari dia itu ekspresinya kalo lagi cerita. Bak artis papan atas yang selalu total dalam memerankan perannya, dia jua gitu. Kalo dia lagi sedih mukannya keliatan sedih banget, galau gitu deh dan pas lagi seneng wajahnya berbinar - binar. Intinya dia selalu semangat 45 kalo disuruh cerita. :D

    Denada Kartika Sari Dewi, dia anak yang supel (supel=sok akrab) begitulah yang terlintas di otakku saat pertama kali aku mengenalnya. Bagaimana tidak? MOS baru saja dimulai dan kita baru kenal, dia langsung ngejailin aku, gelitikin aku. Bahkan bukan hanya aku saja yang dia kena gelitikannya tapi teman - teman lain juga. Tapi itulah yang spesial darinya. Aku satu kelas dengannya dari kelas X hingga kelas XII (kurasa dia bosan sekelas terus sama aku). Dena itu gampang banget sedih, apalagi kalo dia kangen sama mamanya yang di luar negeri, ayah dan adeknya yang ada di Bali serta sahabat-sahabatnya yang di Purwokerto (Termasuk aku kan Den?). Dena sekarang kuliah di Jogja, ninggalin aku dan sahabat - sahabat kita yang di Purwokerto. Oh..., Dena aku kangen kamu ({}) Ah, tapi gak papa Jogja – Purwokerto itu ga jauh – jauh amat kok, kamu bisa main – main ke Purwokerto atau aku dan yang lain ngunjungin kamu ke Jogja. Pesen aku buat kamu, senyum ya.. inget kita, karena kita disini sayang dan akan selalu ingat kamu.

     Kiki Fitriyani, anak wadon sing ayu dewek kaya bakul jamu sidomuncul sing mulus kaya papaya california. Begitulah yang sering dikatakan oleh abahku. Aku mulai deket sama dia itu sejak kelas XII ya walau saat kelas XI kita juga satu kelas tapi aku saat itu belum akrab - akrab banget sama dia. Maklum saja, saat itu aku masih jadi anak polos dan pendiem pastinya (berusaha untuk seperti itu). Kiki anak yang periyang, lucu dan apa yah? cerewet. Dia suka curhat, terkadang dia curhat sambil nangis dipelukanku, bikin aku sedih. ( Ingusmu kebajuku, huhuhu #eh,bercanda. Dia ga pernah ingusan kok cuma ngileran kalo liat baju sama tas baru yang bagus – bagus hehe.. ). Kiki sekarang tinggal diasrama yang jauh dari rumahku, walau setiap sabtu dia selalu pulang tapi kita tetep jarang ketemu. :( Kiki pernah bilang sama aku gini " Kita yang masih kuliah gini aja jarang ketemu yah? Apalagi kalo kita udah kerja? " Hm,, bener apa yang dibilang Kiki. Tapi, gak papa sahabat bukan ditentukan oleh jauhnya jarakkan? So, dimanapun kita berada, jauh dekat, sering atau enggaknya ketemu itu gak merubah apapun yang namanya sahabat tetep sahabatkan? :)

    Edo Ramadhianto, aku sempet nepuk jidat dan berkata ' Astaga! ' saat aku melihat dia diruang pendaftaran siswa baru. Bagaimana tidak, aku tau dia, kenal dia dan bahkan aku pernah satu kelas dengannya. Edo, dia salah satu dari beberapa anak yang paling berisik, paling cerewet dan paling hiperaktif alias gak bisa diem di tempat les. Ya, aku pernah satu bimbingan belajar dengannya saat duduk di bangku kelas 9 SMP. Aku gak nyangka banget bisa satu sekolah sama dia, yang aku tau dulu dia pernah bilang mau daftar kelas yang khusus atlet disalah satu sekolah negeri. Tak kira dia gak keterima disana tapi ternyata usut punya usut dia ga dapet restu dari orang tuanya dan jadilah dia satu sekolah sama aku. Kita emang gak pernah satu kelas tapi kita sering main bareng karena itulah kita jadi deket dan jadi sahabat. Hm tapi kalo dipikir-pikir kayaknya kita deket itu gara-gara MU (bukan grup bola) deh. Sejak aku tau dia kenal MU yang ternyata juga temenku kita jadi sering cerita banyak hal. Hm,, Edo itu orang yang paling gak waras. Bisa dibilang dia itu virus dari semua orang yang gak waras. Siapapun yang deket sama dia pasti jadi ketularan gak warasnya. Contohnya aku. Aku yang tadinya kalem, pendiem dan polos ini (anggap saja seperti itu) jadi cerewet dan gak bisa diem kaya dia. Oh ya aku sama Edo itu sering taruhan (taruhan hal - hal gak penting) siapa yang menang dapet milo. Kapan - kapan kita taruhan lagi yaa tentang siapa yang bakal jadi presiden baru kita tahun ini,, aku jamin kali ini pasti aku yang menang :D

      Ikhwanul Mutaqin, ibunya manggil dia Ikhwan ( keren kan? ). Nah sedangkan kita – kita manggilnya Inu (biasa aja gak keren :p ) Awal aku ngeliat dia di sma, aku pikir orangnya sangar dan cool gitu. Tapi setelah kenal dia, aku nyadar presepsi awalku itu salah besar. Dia orangnya gokil, gila abis sama kaya edo. Ni anak satu musuh bebuyutan aku, mau tau kenapa? Karena kita berdua gak pernah akur. Setiap hari kita selalu bully-bullyan. Dia bully aku karena badan aku yang kecil, katanya ringan kaya kapas. :3 dan aku bully dia karena dia tu gede, jadi bawaannya tuh aku pengen ngegembesin dia. :D #XD
    Sama kaya sahabat-sahabat aku yang lain, inu juga termasuk anak yang baik. Dia yang selalu jadi tukang ojek aku ( aku selalu nebeng dia, maaf ya aku merepotkanmu :v ) kemana-mana kalo kita - kita main bareng pasti aku nebeng dia.(Dan dia selalu nyuruh aku bawa tali tambang, katanya "  kamu kudu di iket biar ga kabur, kan kamu ringan kaya kapas " ). Sama kaya dena, Inu juga orangnya loyal, mau berbagi walau kadang - kadang pelit juga. Dia keliatan pelit itu kalo lagi makan sosis. Kalo udah makn sosis tuh dia ga mau bagi-bagi. -_- Dan aku paling sebel sama dia itu pas bawa - bawa kucing. Aku inget banget pas itu ada suara " meong - meong " dibawah perpus dan si Inu bukannya ngusir tu kucing malah dia pegang abis itu dia nakutnakutin aku sama itu kucing. Alhasil aku lari - lari ga karuan, turun tangga - naik lagi ngehindarin inu sampe semuanya berakhir setelah Kiki bilang " Inu udahlah, kasian ana. Nanti kamu di marahin cowongan loh. " Inu, sekarang dia tinggal di jogja, kuliah disana. Walau kita jauh kita masih sering kasi kabar, dan tentunya bully - bullyan lewat medsos.

    Astri Nur Lita, aku kenal dia sejak kelas X karena kelas kita tetanggaan, dia X2 dan aku X3. Walau saat kelas XI kita itu satu kelas tapi kita ga deket loh saat itu. Kita deket itu malah sejak kelas XII. XII akhir lebih tepatnya. Tak kenal, maka tak sayang mungkin dulu kita itu ga deket karena kita sama - sama belum bisa memahami sikap satu sama lain. Dan setelah kenal sama dia, orangya asik - asik aja tuh :D Dia pinter, selalu rengking 5 besar di kelas, crewet dan manja juga. Dia pinter tapi dia gak pelit, mau ngajarin temennya yang kesusahan sama soal fiksika dan kimia. Crewet? Dia selalu ga bisa diem, ngomong terus gak berenti - benernti. Manja? Dia kayak anak kecil, selalu pengen di perhatiin dan emang butuh perhatian super duper lebih kayaknya. Astri yang sekarang dapet bidikmisi dan akhirnya meraih cita - citanya, kuliah di malang itu masih sering main ke rumahku kalau dia libur setelah uts atau uas. Oh ya, sama kayak Kiki sama Dena, Astri juga suka curhat sambil nangis - nangis. Sumpah gua benci pas adegan tangisan - tangisan ini. Bukan tangisan mereka yang buat aku benci tapi alasan mengapa mereka menangis. Aku benci dan ga suka sama siapapun dan apapun yang bikin sahabat - sahabatku nangis. Aku si berharap mereka gak nangis - nangis lagi. ( Mbok ya kaya aku kiye loh, rak tau nangis *tapi tipu* bukan ga pernanh nangis cuman aku ga mau bikin sahabatku sedih karena aku. :) dan yang paling bikin aku benci nangis itu karena aku benci di anggap lemah atau dikasianin sama orang lain yang bukan sahabat dan bukan sodara. :D )


    Ogy Kisstiangga, aku ingat betul pertama kali aku ketemu sama dia, di rumahku. Waktu itu siang hari, (entah hari apa, aku lupa) dia dateng ke rumahku sama pacarnya dengan tujuan nemuin Edo. Dia ini temennya Edo, temen shuffle. Waktu itu kebetulan Edo lagi ada di rumahku sama Kiki biasalah cerita - cerita gak jelas. Dan aku masih ingat juga ekspresi mukanya dan muka cewenya setelah liat rumahku yang bisa di bilang unik. Dia yang kaya kaget liat banyak lukisan, dan cewenya yang kaya ketakutan karena liat banyak cowongan yang nempel di dinding rumahku. Ogy yang keliatannya dewasa dan cool itu rupa - rupanya tertarik dengan satu lukisan yang terpajang di rung tamu rumahku, dengan gayanya yang sok col dia memandang lukisan itu. Gak lama hanya sekitar 15 menit. Dan apa yang terjadi setelah itu? Ogy ngrasain pusing. (Sukurin lo, dikasi tau ngeyel. Kan aku udah bilang nanti pusing kalo liat yang itu). Beberapa bulan setelah itu,, kita jadi sering main bareng karena ogy putus sama pacarnya dan jadian sama Kiki. dan semenjak itu juga aku tau sifat Ogy yang sebenernya. Dia gak begitu dewasa (masih suka kaya anak kecil kan, emosian :p ) dan bukan cool tapi sok cool. :D ( sama gilanya kayak Edo sama Inu ) Selalu bikin aku ngakak. Krena Ogy itu lebih tua dua tahun dari aku, so mulai saat ini aku mau belajar buat  panggil dia " Mas Ogy " (Tapi susah, enakan manggiil dia bo) :D

    Pikki Fadhil, aku kira dia anak pertama dari Bapak Apik (Guru Bahasa Inggris aku di sma yang baik banget sama murid - muridnya) ternyata dia anak ke dua. :D Pikki tuh orangnya koplak, aku pernah satu ekstrakurikuler bareng dia. Kita sama - sama ikut KIR dan sejak itulah aku tau betapa gokilnya dia. Sumpah denger dia ngomong aja aku kadang suka ketawa, apa lagi denger dia ketawa. Wah kepingkel - pingkel aku, sampe sakit ni perut. Mules. Satu kejadian yang gak pernah bisa aku lupain dari pertemuanku sama ibunya dia. Waktu itu kalo gak salah malem minggu, aku ketaman kota ikut abah sama ibu berserta rombongan grup kesenian abahku. Disana aku ketemu Edo, Kiki , Piki dan Fika adeknya Edo. Kita sama - sama ngeliat abah pentas seni mereka yang terus ngomong " Go abah go abah go abah " (Macam pendukung Liverpool yang banyak itu, *Emang gitu ya lis pendukungnya liverpool?* entah aku asal ngomong). Setelah selese liat pentas seni, kita di panggil sama Pak Apik dan di tawarin burger sama Bu Apik (Itu baik banget orang tuamu pik). Bu Apik yang baru pertama kali ketemu sama aku langsung nanya, "  Namanya siapa? " "Analis bu. " Dan seketika ibunya Pikki langsung menunjukan ekspresi muka kagetnya. " Analis?? Aneh temen namanya. " Hahahaha Pak Apik, Piki, Edo, Kiki, Fika dan adeknya Pikki yang namanya Pikki juga (Jadi aku panggil Pikki wadon) ketawa saat Bu apik bilang namaku aneh. Ah, mereka itu kebiasaan. Seneng kalo ada sahabatnya yang di bully. -_- Pikki sekarang kuliah di UMP jurusan Bhs. Inggris, kataya dia pengen jadi dosen. Semoga cita - citamu tercapai ya pik. Aamiin.

    Dimas Anggih, dulu kita sempet satu kelas waktu kelas X. Ngeliat dia aku jadi keinget sama Aldhiv sahabatku waktu smp, mukannya gak mirip emang tapi ada sikap dan tingkahnya yang mirip sama Aldhiv.
    Dimas itu suka aneh, :p mau tau anehnya kayak gimana? Dia suka sms malem - malem (aku rasa) ke semua kontak di hpnya, dan isi smsnya itu gak penting banget. Sumpah gak penting, tapi justru yang gak penting itu lucu. Bikin ketawa dan bisa ngilangin strees walau hanya sejenak. :)
    Diamas tu anak band (dulu pas sma). Jari - jarinya pandai menari - nari di atas keyboard. Suka iri aku ngeliatnya (Aku pengen bisa main keyboard kaya dia naa!!! -_- ) Kalo saat ini si yang aku tau kesibukannya itu naik gunug. Yaa,, dia lagi semangat - semangatnya naik gunung. Dia udah pernah ke gunung prahu terus?? Gunung apa lagi aku lupa namanya. Dia suka naik gunung mungkin karena teropsesi sama gunung tugel (yang kalo meletus itu keluarnya sampah organik dan anorganik :D ) Oke, buat kamu semangat terus naik gunungnya. Kapn - kapan aku di ajak yaa, aku juga pengen nikmatin keindahan dan ngeliat keajaiban negri kita tercinta. Indonesia :)

    Dewi Nur Aulia. Dedew - Begitulah dia biasa di panggil. Aku kenal dia belum lama, Edo yang ngenalin aku sama dia. Pertama aku ngeliat Dedew itu rasanya kaya udah pernah ketemu sebelumnya. Entah dimana, rasanya pernah liat. Wajahnya familiar? Atau mungkin perasaanku saja? #Entahlah. Dedew itu supel, rame juga, asik. Dia sukanya nari – nari, ngikutin gayanya Fathin. Dedew juga kayaknya suka banget tuh sama lagu – lagu galu? ( Apa kamu galau dew? Jika iya, tersenyumlah dan jangan galau – galau lagi. Kita senang – senang bersama ) Dedew tuh kadang bikin aku ketawa, gara – gara ekspresinya yang cepet banget berubah. Aku jadi inget pas dirumah Inu, kita nontonin Edo yang lagi main game scary maze 3, Dedew yang pas itu bengong tiba – tiba jerit ketakutan liat hantu yang muncul dari balik layar. ( Hohoho,,, sabar ya sayang Edo emangt nakal :3 ) Ya walau sekarang kita jarang ketemu karena banyak hal (kuliah kita yang padet, dedew yang sibuk ikut organisasi) tapi aku tetep ngrasa kita deket. :)


    Nah itulah mereka, orang - orang yang berarti dalam hidupku. Orang yang membuat sejarah di hidupku dengan karakter - karakternya yang unik. :)
    Okelah cukup sampai disini perjumpaan kita,, besok - besok aku kan balik lagi :)


    0 komentar

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    Yang Berarti Untukku Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan